Baja Ringan Bekasi

Baja Ringan Bekasi Terdekat

Baja Ringan Bekasi – Sebelum membahas Baja Ringan di Bekasi, kita harus terlebih dahulu mengetahui seluk beluk kota Bekasi. Berikut info berdasarkan wikipedia . Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini Kota ini merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri, kota Bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan/ Kota Pejuang.

Batas Wilayah

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km2, dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

  • Utara Kabupaten Bekasi
  • Timur Kabupaten Bekasi
  • Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Depok
  • Barat Provinsi DKI Jakarta

Letak geografis: 106o48’28’’ – 107°27’29’’ Bujur Timur dan 6°10’6’’ – 6°00’6’’ Lintang Selatan.

Topografi

Baja Ringan Bekasi – Kondisi Topografi kota Bekasi dengan kemiringan antara 0 – 2 % dan terletak pada ketinggian antara 11 m – 81 m di atas permukaan air laut. • Ketinggian > 25 m: Kecamatan Medan Satria, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan Pondok Gede • Ketinggian 25 – 100 m: Kecamatan Bantargebang, Pondok Melati, Jatiasih

Wilayah dengan ketinggian dan kemiringan rendah yang menyebabkan daerah tersebut banyak genangan, terutama pada saat musim hujan yaitu: di Kecamatan Jatiasih, Bekasi Timur, Rawalumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Kecamatan Pondok Melati.

Jenis Tanah dan Geologi

Struktur geologi wilayah Kota Bekasi didominasi oleh pleistocene volcanik facies namun terdapat dua kecamatan yang memiliki karakteristik struktur lainnya yaitu: • Bekasi Utara: Struktur Aluvium • Bekasi Timur: Struktur Miocene Sedimentary Facies

Di Bekasi Selatan terdapat sumur gas JNG-A (106o 55’ 8,687” BT; 06o 20’54,051”) dan Sumur JNGB (106o 55’ 21,155” BT; 06o 21’ 10,498”)

Hidrologi dan Klimatologi

Baja Ringan Bekasi – Kondisi hidrologi Kota Bekasi dibedakan menjadi dua: 1. Air permukaan, mencakup kondisi air hujan yang mengalir ke sungai-sungai.

Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 (tiga) sungai utama yaitu Sungai Cakung, Sungai Bekasi dan Sungai Sunter, beserta anak-anak sungainya. Sungai Bekasi mempunyai hulu di Sungai Cikeas yang berasal dari gunung pada ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari permukaan air.

Air permukaan yang terdapat di wilayah Kota Bekasi meliputi sungai/kali Bekasi dan beberapa sungai/kali kecil serta saluran irigasi Tarum Barat yang selain digunakan untuk mengairi sawah juga merupakan sumber air baku bagi kebutuhan air minum wilayah Bekasi (kota dan kabupaten) dan wilayah DKI Jakarta. Kondisi air permukaan kali Bekasi saat ini tercemar oleh limbah industri yang terdapat di bagian selatan wilayah Kota Bekasi (industri di wilayah Kabupaten Bogor).

2. Air Tanah Kondisi air tanah di wilayah Kota Bekasi sebagian cukup potensial untuk digunakan sebagai sumber air bersih terutama di wilayah selatan Kota Bekasi, tetapi untuk daerah yang berada di sekitar TPA Bantargebang kondisi air tanahnya kemungkinan besar sudah tercemar.

Wilayah Kota Bekasi secara umum tergolong pada iklim kering dengan tingkat kelembaban yang rendah. Kondisi lingkungan sehari-hari sangat panas. Hal ini terlebih dipengaruhi oleh tata guna lahan yang meningkat terutama industri/perdagangan dan permukiman. Temperatur harian diperkirakan berkisar antara 24 – 33 °C.

Pemukiman

Baja Ringan Bekasi – Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.[3]

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.[4]

Sejarah

Baja Ringan Bekasi – Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibu kota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibu kota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir.

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Sejarah Sebelum Tahun 1949

Baja Ringan Bekasi – Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik Indonesia. Di jaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Tionghoa.

Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut mengubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).

Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja.Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan.

Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi

Baja Ringan Bekasi – Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alun-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut:

Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWATANTRA WIBAWA MUKTI”.

Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (jl. H Juanda). Kemudian pada tahun 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. A. Yani No.1 Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa

Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan wali kota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Wali kota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 – 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga tahun (1991 – 1997)

Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang “Kota”) melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998).

Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi yaitu: Akhmad Zurfaih dan Moechtar Muhammad (perode 2003 – 2008).

Kecamatan di Kota Bekasi adalah:

  • Bantar Gebang
  • Bekasi Barat
  • Bekasi Selatan
  • Bekasi Timur
  • Bekasi Utara
  • Jatiasih
  • Jatisampurna
  • Medan Satria
  • Mustika Jaya
  • Pondok Gede
  • Pondok Melati
  • Rawalumbu

Kependudukan

Berdasarkan sensus tahun 2010, kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[5] Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar.[6]

Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, di antaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxi City. Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di kecamatan Bekasi Utara.[7] Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Pendidikan

Saat ini terdapat 3110 sekolah, 62852 siswa dan 2260 guru yang terdaftar di seluruh kota Bekasi dan daerah sekitarnya[12][13]. Di Kota Bekasi terdapat 26 SMA yang terdiri atas 22 SMA Negeri, 2 Madrasah Aliyah Negeri dan 2 SMALB Negeri dan 15 SMK yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Nama Sekolah Alamat

  • SMA Negeri 1 Jl. K.H Agus Salim No. 181
  • SMA Negeri 2 Jl. Tangkuban Perahu No.1
  • SMA Negeri 3 Jl. Pulo Sirih Raya No. 1
  • SMA Negeri 4 Jl. Cemara Permai
  • SMA Negeri 5 Jl. Gamprit Jatiwaringin Asri. Pondok Gede
  • SMA Negeri 6 Jl. Asri Lestari Raya Perum. Mitra Lestari
  • SMA Negeri 7 JL. Lingkar Tata Kota
  • SMA Negeri 8 Jl. Irigasi No. 1 Rt 01/ Rw. 21
  • SMA Negeri 9 Jl. Raya Legenda
  • SMA Negeri 10 Jl. Flamboyan Raya Perum. Harapan Indah
  • SMA Negeri 11 Jl. Wibawa Mukti Kav. AURI
  • SMA Negeri 12 Jl. I Gusti Ngurah Rai
  • SMA Negeri 13 Jl. Pariwisata Raya Perum. Bumi Bekasi Baru
  • SMA Negeri 14 Jl. Ceri Raya Perum. Alinda Kencana Permai
  • SMA Negeri 15 Jl. H. Open Ciketing Udik
  • SMA Negeri 16 Jl. Lingkar Luar JORR, Pondok Melati
  • SMA Negeri 17 Jl. H.Ilyas Cikunir – Jakamulya, Bekasi Selatan
  • SMA Negeri 18 Jl. Rudal No. 18, Aren Jaya, Bekasi Timur
  • USB SMA Negeri 19/ Up. SMAN 2 Jl. Mustikasari No. 1 (SDN Mustikasari I, Mustikajaya)
  • USB SMA Negeri 20 Up. SMAN 4 Bekasi Utara
  • USB SMA Negeri 21 Jl. Gamprit Jatiwaringin Asri. Pondok Gede/ Up. SMAN 5 Bekasi
  • USB SMA Negeri 22/ Up. SMAN 6 Jl. Pasar Lama Bantargebang (SDN Bantargebang IV, Bantargebang)
  • SMA PGRI 1 BEKASI Jl. Duren Jaya Jln cirebon No.1, Duren Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17111
  • SMK Negeri 1 Bekasi Jl. Bintara VIII No. 2, Bintara, Bekasi Barat.
  • SMK Negeri 2 Kota Bekasi Jl. Lapangan Bola Rawa Butun, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang
  • SMK Negeri 3 Kota Bekasi Perum Mutiara Gading Timur Blok L5 Mustika Jaya
  • SMK Negeri 4 Kota Bekasi Jl. Gandaria Kranggan Wetan Jatirangga-Jatisampurna
  • SMK Negeri 5 Kota Bekasi Jl. Serayu 1 Perumahan Villa Indah Permai Blok E27 RT 09/033 Telukpucung
  • SMK Negeri 6 Bekasi Jl. Kusuma Raya Utara Duren Jaya Perumnas III
  • SMK Negeri 7 Kota Bekasi Jl Perumahan ASABRI Indah, Jatisari, Jati asih
  • SMK Negeri 8 Kota Bekasi Jl. Bojong Asih XI RT 007/08 Kecamatan Rawalumbu.
  • SMK Negeri 9 Kota Bekasi Jl. Cikunir Raya Gg. H. Abas RT 001/002 Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan
  • SMK Negeri 10 Kota Bekasi Jl. Bulak Tinggi Pasar Kecapi Jati Rahayu Pondok Melati
  • SMK Negeri 11 Kota Bekasi Jl. Sultan Agung Gg. H. Rimban RT 006/005 Kecamatan Medansatria
  • SMK Negeri 12 Kota Bekasi Jl. Beringi Raya Blok C RT 03 RW 08 Kelurahan Jatibening Baru Kecamatan Pondok Gede
  • SMK Negeri 13 Kota Bekasi Jl. Nusa Indah No.11 B.I RT 003/018 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi
  • USB SMK Negeri 14 Jl. Cempaka Raya Perum Kranggan Permai, Jatisampurna
  • USB SMK Negeri 15 Perum Mutiara Gading Timur Blok L-5 No.1 Mustikajaya
  • MA Negeri 1 Jl. Markisa Raya No. 11 Wisma Asri
  • MA Negeri 2 Jl. Bojong Asih 5 Rawa Lumbu
  • SMALB Surya Winata Jl. Cempaka Bulak No. 27 Jatiwaringin
  • SMALBN Bekasi Jaya Jl. Mahoni Raya No. 1
  • Quantum Jl. Cimatis No.28 Jatisampurna
  • SMP Negeri 1 Jl. Agus Salim Nomor 138, Bekasi Timur
  • SMP Negeri 3 Jl. K.H.Agus Salim Nomor 75, Bekasi Timur
  • SMP Negeri 18 Jl. K.H.Agus Salim Nomor 150, Bekasi Timur
  • TK,SD,SMP,SMA/SMK Taman Harapan Komplek Perumahan Taman Harapan Baru – Kel.Pejuang Medan Satria Kota Bekasi 17181
  • KB-TK-SD-SMP-SMA-SMK Persada Plus Galajuara Jl. Kaliabang Tengah No. 22 Kel. Kaliabang Tengah Kec. Bekasi Utara 17125
    (Depan Cluster Sriwedari THB/PUP)
  • SDN Jakasetia 7 Jl. Galaxi Ⅶ No.4, Jaka Setia, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17147

Setelah kita mengetahui seluk beluk kota Bekasi, sekarang kita bahas apa itu Baja Ringan . Baja ringan adalah baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis, akan tetapi kekuatannya tidak kalah dari baja konvensional. Ada beberapa macam baja ringan yang dikelompokan berdasarkan nilai tegangan tariknya (tensile strength). Kemampuan tegangan tarik ini umumnya didasarkan pada fungsi akhir .

Sebagai contoh untuk produk structural seperti rangka atap baja ringan dengan tegangan tarik tinggi (G550). Namun untuk berbagai produk home appliances diperlukan baja ringan dengan tegangan tarik yang lebih rendah (G300, G250) yang lebih lentur dan lunak sehingga lebih mudah dibentuk sesuai keinginan.

Pada umumnya, bahan baku adalah baja mutu tinggi dengan standar high tensile strength 550 Mpa (5500 kg/cm2). Kekuatan ini merupakan elemen dasar untuk kekuatan tarik baja ringan saat ini. Dengan kekuatan minimum G550, baja ringan tersebut memiliki kekuatan leleh minimum 550 Mpa. Dibuktikan dalam uji laboratorium tidak boleh putus saat ditarik dengan kekuatan 500 Mpa. Selain itu, baja tersebut juga memiliki modulus geser 80.000 Mpa dan modulus elastisnya 200.000 Mpa.

Meskipun lebih ringan dan tipis dari baja konvensional, dengan kuat tarik sebesar 550 Mpa baja ringan dapat dijadikan andalan untuk menopang beban struktur bangunan. Untuk fungsi non structural seperti penutup atap digunakan baja ringan kualitas G300.

Bagaimana dengan ketebalan ? Dipasaran umum ketebalannya berkisar antara 0,20 – 2,00 mm. Variasi ketebalan ini ditentukan oleh fungsi, seberapa besar beban yang ditopang dan ukuran bentang baja itu sendiri. Ketebalan yang lebih kecil dibanding dengan baja konvensional bertujuan untuk mengurangi beban struktur bangunan.

Kuda-kuda baja ringan mempunyai ketebalan antara 0,45 – 1,00 mm. Berbeda dengan kolom yang akan menopang beban yang lebih besar, ketebalannya kisaran antara 1,00 – 2,00 mm (profil C). Sedangkan untuk genteng metal ketebalannya 0,20 mm karena bisa dikatakan tidak memikul beban, dengan ketebalan tersebut sudah cukup memadai.

Baja tersusun dari besi dan karbon (Fe dan C). Apabila unsur tersebut bercampur dengan air dan udara akan timbul reaksi yang mendorong terjadinya karat. Maka perlu dilapisi antikarat. Pengaplikasian lapisan antikarat sangat penting untuk menjaga agar material awet dan tahan lama.

Untuk melindungi material baja mutu tinggi dari korosi, harus diberikan lapisan pelindung (coating) secara memadai. Berbagai metode untuk memberikan lapisan pelindung guna mencegah korosi pada baja mutu tinggi telah dikembangkan.

Jenis coating pada yang beredar dipasaran adalah Galvanized, Galvalume, atau sering juga disebut sebagai zincalume dan sebuah produsen mengeluarkan produk baja ringan dengan menambahkan magnesium yang kemudian dikenal dengan ZAM, dikembangkan sejak 1985, menggunakan lapisan pelindung yang terdiri dari : 96% zinc, 6% alumunium, dan 3% magnesium. Tebal coating dipasaran bervariasi, tergantung dari masing-masing produsen.

Demikianlah Baja Ringan Bekasi di kota anda, jika anda berminat silakan kontak no WhatsApp yang ada di website ini.. Terima Kasih

 

Daftar kecamatan dan kode posnya

Bantar Gebang Kode Pos Bekasi Barat Kode Pos Bekasi Selatan Kode Pos Bekasi Timur Kode Pos Bekasi Utara Kode Pos Jatiasih Kode Pos
Bantargebang 17151 Bintara 17134 Jakamulya 17146 Aren Jaya 17111 Harapan Baru 17123 Jatiasih 17423
Ciketing Udik 17153 Bintara Jaya 17136 Jakasetia 17147 Bekasi Jaya 17112 Harapan Jaya 17124 Jatikramat 17421
Cikiwul 17152 Jakasampurna 17145 Kayuringin Jaya 17144 Duren Jaya 17111 Kaliabang Tengah 17125 Jatiluhur 17425
Sumur Batu 17154 Kota Baru 17133 Marga Jaya 17141 Margahayu 17113 Marga Mulya 17142 Jatimekar 17422
Kranji 17135 Pekayon Jaya 17148 Perwira 17122 Jatirasa 17424
Teluk Pucung 17121 Jatisari 17426
Jatisampurna Kode Pos Medan Satria Kode Pos Mustika Jaya Kode Pos Pondok Gede Kode Pos Pondok Melati Kode Pos Rawalumbu Kode Pos
Jatikarya 17435 Harapan Mulya 17143 Cimuning 17155 Jatibening 17412 Jatimelati 17414 Bojong Menteng 17117
Jatiraden 17433 Kali Baru 17133 Mustikajaya 17158 Jatibening Baru 17412 Jatimurni 17431 Bojong Rawalumbu 17116
Jatirangga 17434 Medan Satria 17132 Mustikasari 17157 Jaticempaka 17411 Jatirahayu 17414 Pengasinan 17115
Jatiranggon 17432 Pejuang 17131 Pedurenan 17156 Jatimakmur 17413 Jatiwarna 17415 Sepanjang Jaya 17114
Jatisampurna 17433 Jatiwaringin 17411

Daftar menurut abjad

Kelurahan

Inilah daftar kelurahan di Kota Bekasi beserta kode pos, jumlah penduduk, luas wilayah, dan kepadatan penduduknya. Kota Bekasi memiliki penduduk sebesar 2.120.000 orang pada tahun 2010, serta luas 210 km² dan kepadatan 10.072 orang per km², dengan penduduk yang terbanyak terdapat di Kelurahan

Daftar kelurahan di Kota Bekasi
No. Nama kelurahan Kode Pos Kecamatan Jumlah penduduk (jiwa)[3] Luas wilayah (KM²) Kepadatan penduduk (jiwa/KM²)
1 Aren Jaya 17111 Bekasi Timur 62.466 1,25 49.973
2 Bantargebang 17151 Bantar Gebang 35.059 6,74 5.202
3 Bekasi Jaya 17112 Bekasi Timur 54.805 1,37 40.002
4 Bintara 17134 Bekasi Barat 69.719 2,4 29.050
5 Bintara Jaya 17136 Bekasi Barat 40.105 1,5 26.737
6 Bojong Menteng 17117 Rawa Lumbu 40.194 2,3 17.476
7 Bojong Rawalumbu 17116 Rawa Lumbu 74.615 1,75 42.637
8 Ciketing Udik 17153 Bantar Gebang 22.105 5,75 3.844
9 Cikiwul 17152 Bantar Gebang 26.184 4,2 6.234
10 Cimuning 17155 Mustika Jaya 29.205
10 Cipendawakerta 17427 Jati Asih 25.562
11 Duren Jaya 17111 Bekasi Timur 67.128
12 Harapan Baru 17123 Bekasi Utara 25.199
13 Harapan Jaya 17124 Bekasi Utara 78.388
14 Harapan Mulya 17143 Medan Satria 20.752
15 Jabung Kumung 17422 Jatiasih 8.920 0,55 16.218
15 Jakamulya 17146 Bekasi Selatan 33.848
16 Jakasampurna 17145 Bekasi Barat 68.721
17 Jakasetia 17147 Bekasi Selatan 38.205
18 Jatiasih 17423 Jati Asih 32.077
19 Jatibening 17412 Pondok Gede 40.568
20 Jatibening Baru 17412 Pondok Gede 44.700
21 Jaticempaka 17411 Pondok Gede 56.720
22 Jatikarya 17435 Jatisampurna 15.581
23 Jatikramat 17421 Jati Asih 41.964
24 Jatiluhur 17425 Jati Asih 23.156
25 Jatimakmur 17413 Pondok Gede 59.107
26 Jatimekar 17422 Jati Asih 36.170
27 Jatimelati 17414 Pondok Melati 20.598
28 Jatimurni 17431 Pondok Melati 23.421
29 Jatiraden 17433 Jatisampurna 17.451
30 Jatirahayu 17414 Pondok Melati 61.822
31 Jatirangga 17434 Jatisampurna 13.628
32 Jatiranggon 17432 Jatisampurna 23.273
33 Jatirasa 17424 Jati Asih 34.687 0,33 105.112
34 Jatisampurna 17433 Jatisampurna 31.772 1,47 21.614
35 Jatisari 17426 Jati Asih 30.390 10,1 3.009
36 Jatiwaringin 17411 Pondok Gede 45.858 1,525 30.071
37 Jatiwarna 17415 Pondok Melati 23.273 2,95 7.889
38 Kali Baru 17133 Medan Satria 29.404 4,5 6.534
39 Kaliabang Tengah 17125 Bekasi Utara 87.900 4,25 20.682
40 Kayuringin Jaya 17141 Bekasi Selatan 58.182 0,74 78.624
41 Kota Baru 17134 Bekasi Barat 47.755 1,75 27.270
42 Kranji 17135 Bekasi Barat 46.257 1,49 31.046
43 Marga Jaya 17141 Bekasi Selatan 15.759 3,25 4.850
44 Marga Mulya 17142 Bekasi Utara 22.309 1,55 14.400
45 Margahayu 17113 Bekasi Timur 62.958 2,35 26.791
46 Medan Satria 17132 Medan Satria 28.904 5,72 5.053
47 Mustikajaya 17158 Mustika Jaya 61.440 7,24 8.486
48 Mustikasari 17157 Mustika Jaya 29.691 7,89 3.763
49 Pedurenan 17156 Mustika Jaya 39.437 5,44 7.249
50 Pejuang 17131 Medan Satria 82.102 3,55 23.127
51 Pekayon Jaya 17148 Bekasi Selatan 57.660 1,94 29.722
51 Pengasinan 17115 Rawa Lumbu 56.409 1,59 35.477
51 Perwira 17122 Bekasi Utara 32.583 0,42 77.580
51 Sepanjang Jaya 17114 Rawa Lumbu 37.116 1,52 24.418
51 Sumur Batu 17154 Bantar Gebang 12.497 6,91 1.809
51 Teluk Pucung 17121 Bekasi Utara 62.214 1,875 33.181
TOTAL 2.120.000 210,49 10.072

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami